Variable dan Fungsi dalam PHP

1. Variabel
1.1 Mendefinisikan Variabel
Variabel dalam PHP sangat berbeda dengan bahasa pemrograman (Compiler) C dan Java. Karena dalam PHP, anda tidak perlu mendeklarasikan variabel sebelum anda menggunakannya, anda tidak perlu menentukan jenis tipe data dari variabel, karenanya tipe data dari variabel dapat berubah sesuka hati anda.

Variabel dalam PHP diawali dengan tanda $, kemudian diawali dengan karakter [A-Za-z] atau _ (underscore) dan bisa mengandung karakter/numerik dan underscore.
Contoh pemberian nama variabel yang benar :
$nama
$_obj
$B29
Contoh pemberian nama variabel yang salah :
$123
$*abc
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, anda tidak perlu mendeklarasikan variabel sebelum menggunakannya. Berikut contohnya :
$PI = 3.14
$jari_jari =5;
$keliling = $pi * 2 * $jari_jari;

Dapat diperhatikan bahwa tidak ada variabel yang dideklarasikan sebeum digunakan, faktanya adalah $PI bilangan pecahan (floating point) dan $jari_jari adalah integer, variabel-variabel ini belum dideklarasikan sebagai tipe data tertentu sebelum variabel ini di inisialisasi.

PHP tidak mensupport global variabel seperti bahasa pemrograman lainnya (kecuali untuk beberapa kasus khusus pre-defined variabel, yang akan didiskusikan selanjutnya).

Skup sebuah variabel adalah lokal. Jika didefinisikan dalam sebuah fungsi, maka ruang hiidup variabel itu hanya dalam fungsi itu saja.

Variabel yang dibuat dalam skrip utama (bukan didalam fungsi) bukanlah global variabel karena variabel ini tidak dikenal didalam fungsi, tapi variabel ini bisa diakses dengan menggunakan array spesial $GLOBALS[ ] . Berikut contoh penulisannya :
$PI = 3.14
$jari_jari = 5;
$keliling = $GLOBALS[“PI”] * 2 * GLOBALS[“jari_jari”];
Dapat diperhatikan penggunaan $GLOBALS[] digunakan dalam skrip utama.

1.2 Indirect References Variabel
PHP menyediakan fitur dimana anda bisa meng-akses variabel dengan menggunakan indirect references. Berikut contoh penggunaan indirect references :
$nama = “Rosa”;
$$nama = “Admin database”;
echo $Rosa ; //output yang keluar adalah admin database
Anda dapat menggunakan indirect references hingga beberapa level, dengan hanya menambahkan $ pada nama variabel.

1.3 Mengatur Variabel
Ada tiga statment (keyword) yang apat digunakan untuk mengetahui apakah suatu variabel ada (exist), menghapus (remove) variabel, dan mencek apakah variabel benar mempunyai nilai.

  • Isset()

isset() digunakan untuk melihat apakah suatu variabel telah didefinisikan oleh PHP. Bernilai balik boolean true jika variabel telah di set, dan sebaliknya bernilai false jika variabel belum di set atau variabel di set NULL.

  • Unset()

unset() digunakan untuk meniadakan deklarasi suatu variabel (undeclared) yang telah di deklarasikan dan mengosongkan memory yang telah digunakan untuk menyimpan nilai.

  • Empty()

empty() digunakan untuk menguji apakah variabel belum dideklarasikan atau berniali false. empty() adalah Konstruksi bahasa PHP (language construct) digunakan untuk melihat apakah variabel yang dikirim melalu form mengandung data.

1.4 Superglobal
PHP tidak men-support variabel super global (variabel yang bisa diakses secara otomatis dari berbagai skrup), namun demikian PHP menyediakan variabel yang bisa diakses secara otomatis dari berbagai skrup), namun demikian PHP menyediakan variabel internal yang bisa digunakan sebagai variabel global. Variabelini didefinisikan oleh PHP, Berikut beberapa contoh variabel superglobal :

  • $_GET[ ] : Array dari variabel GET yang diterima oleh PHP yang dikirim oleh browser oleh client.
  • $_POST[ ] : Array dari variabel POST Yang diterima oleh PHP yang dikirim oleh browser oleh client.
  • $_COOKIE[ ] : Array dari variabel COOKIE yang diterima oleh PHP yang dikirim oleh browser oleh client.
  • $_SESSION[ ] : Array dari variabel SESSION
  • $_ENV[ ] : Array dari variabel environtment
  • $_SERVER[ ] : Array dari variabel dari Web Server

2. Fungsi
Fungsi dalam PHP dapat didefinisikan oleh user (programmer) atau fungsi yang sudah ada dalam PHP (built-in).
Secara umum fungsi dapat dipanggil dengan perintah berikut :
nama_fungsi (arg1,arg2, . . .);

Jumlah argumen pada suatu fungsi berbeda-beda, argumen dapat berupa sembarang ekspresi yang valid.
Berikut contoh fungsi yang telah didefinisikan oleh PHP (predefine function)
$panjang_string = strlen(“Rosali”);

Fungsi strlen() adalah fungsi untuk yang mengambilkan nilai panjang dari suatu string, output yang dihasilkan dari baris kode diatas adalah : 7
$panjang_string = strlen(strlen(“Rosalie”));

Pada baris diatas strlen(“Rosalie”) akan menghasilkan 7 ketika di eksekusi
$panjang_string = strlen(7);
Pada baris diatas bilangan integer 7 akan di konversi ke dalam string menjadi “7”, dan variabel $panjang_string adalah 1.

3. Skup Variabel dan Fungsi
Setiap fungsi memiliki kumpulan variabel, secara default setiap variabel yang didefinisikan diluar fungsi tidak bisa diakses dari dalam fungsi. Ketika anda mendefinisikan sebuah variabel dalam fungsi maka variabel itu hanya dikenal didalam fungsi, ketika fungsi itu dipanggil dalam skrip utama, maka nilai variabel dalam fungsi akan tetap (tidak berubah).

3.1 Return By Value
Nilai kembalian dari suatu fungsi adalah By Value artinya, copy dari suatu nilai diciptakan (alamat dalam memory komputer juga diciptakan) dan dikembalikan oleh fungsi.

3.2 Return By References
PHP Juga mensupport return By References, artinya fungsi tidak mengembalikan copy dari suatu variabel (variabel baru tidak diciptakan), tetapi mengembalikan alamat dari variabel yang tersimpan dalam memory, sehingga fungsi dapat melakukanperubahan terhadap variabel tersebut.

Untuk mendefinisikan fungsi dengan nilai kembalian By References gunakan keyword & didepan nama fungsi, demikian juga ketika memanggil fungsi.

4. Parameter Fungsi
Anda bisa memberi sejumlah argumen pada sebuah fungsi. Ada dua cara memberikan nilai (argumen) pada fungsi, yang sering digunakan adalah passing by value, dan yang kedua adalah passing by references.

4.1 Parameter By Value
Pada passing by value argumen dapat berupa ekspresi, variabel atau nilai.

4.2 Parameter By References
Pada passing by References argumen harus berupa variabel. Nilai dari argumen jika terjadi prosesperubahan pada fungsi akan dikenal di lluar dari fungsi (dikenal diluar skup fungsi).

5. Default Parameter
PHP Memnugkinkan untuk memberi “nilai awal” dari suatu parameter pada fungsi (default parameter), nilai ini akan dianggap sebagai nilai awal dari argumen tidak diberikan pada fungsi.

Satu Tanggapan

  1. […] Variable dan Fungsi dalam PHP […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: