Di Balik Kerudungku

Sering saya mendengar cerita dari teman-teman atau seseorang yang menceritakan awal mulai mereka berkerudung. Sepertinya menyenangkan dan berkesan sekali, saya merasa mereka benar-benar berniat tulus dari hati mereka untuk memutuskan berkerudung. Sedangkan saya, bertolak belakang sekali dengan mereka. Karena bisa dibilang saya berkerudung karena tuntutan dari keluarga saya yang membiasakan saya berkerudung sejak kecil. Pernah saya mendapat pertanyaan dari sahabat saya yang bilang : “Litha, kapan ya saya mendapat hidayah agar bisa memakai jilbab seperti kamu? terlihat cantik dan beda”. Saya benar-benar terkejut mendengar pertanyaan sahabat saya itu. Apa?? Hidayah??, saya diam sejenak, saya teringat awal saya memakai kerudung ini. Menurut saya, tidak ada sesuatu yang spesial diawal saya berkerudung, tidak ada hidayah yang datang disaat pertama saya berkerudung, tidak ada juga niat tulus dan tidak ada yang berkesan disaat saya memutuskan untuk berkerudung.

Awal mulai saya memakai kerudung ini disaat saya lulus sekolah dasar, ketika akan melanjutkan ke sekolah menengah pertama. Disaat awal masuk sekolah, kakak-kakak saya bilang : “mulai sekarang harus pakai kerudung, bukan ketika sekolah saja (karena sekolah saya memang mewajibkan memakai kerudung), tapi dimanapun dan kemanapun kamu pergi ga boleh lepas kerudung kamu”. Saat itu saya merasa tidak nyaman tetapi saya menuruti saja kemauan kakak-kakak saya, sempat juga sih saya berontak dan bilang : “kenapa sih harus berkerudung kemana-mana?, kan saya masih muda, masih kecil, masih ingin bermain-main tanpa berkerudung. Kenapa harus dituntut untuk seperti itu?”. Itu yang menjadi pertanyaan-pertanyaan saya pada waktu itu. Lalu saya mendapat penjelasan dari mereka, bahwa setiap muslimah yang sudah baligh dianjurkan untuk berkerudung. Begitu kakak-kakak saya menjawab pertanyaan saya.

Akhirnya lambat laun, dengan sendirinya saya mengerti kenapa seorang perempuan yang sudah baligh harus memakai kerudung dan menutup auratnya. Saya mencoba menikmatinya saja. Tetapi ketika saya memutuskan untuk berpacaran di awal SMA, saya menjadi malu atas kerudung yang saya pakai. Saya merasa kerudung saya hanya topeng yang menghiasi kepala saya. Jujur pada saat itu saya sangat malu, saya malu karena sikap dan tingkah laku saya yang tidak mencerminkan sikap seorang wanita berkerudung. Tetapi saya asik saja menjalani pacaran tersebut. Saya pernah berfikir memang salah seorang wanita berkerudung punya pacar? begitu bodohnya saya waktu itu, padahal saya tau dalam islam tidak boleh ada yang namanya pacaran, hanya ta’aruf saja. Yang tidak memakai kerudung saja juga tidak boleh berpacaran, apalagi yang memakai.. Aggghhh,, memang bodoh sekali fikiran saya waktu itu. Tetapi dengan fikiran saya sangat labil sekali waktu itu, melihat teman-teman sebaya saya banyak yang berpacaran, saya juga memutuskan untuk berpacaran pada saat itu, disamping saya juga memang sangat menyayangi pacar saya itu.hehe🙂

Kurang lebih 3.5 tahun saya berpacaran, saya menikmati saja semua hal yang baru menurut saya, walaupun dihati saya sebenarnya malu, sangat malu bahkan dengan kerudung saya yang saya sudah pakai sejak lama. Saya sadar tidak seharusnya saya melakukan sesuatu yang seharusnya tidak saya lakukan, apalagi dengan memakai kerudung ini. Saya merasa sikap dan tingkah laku saya benar-benar memalukan dan tidak baik. Saya juga merasa hati saya jauh dengan ALLAH,, Astaghfirulloh.. Tapi benar itu yang saya rasakan. Saya hanya memikirkan pacar, pacar dan pacar terus. Walaupun saya tetap melakukan kewajiban saya sebagai hamba-Nya, tapi entah mengapa hati saya seakan jauh dengan-Nya.

Masa-masa waktu itu saya juga sangat mementingkan fashion yang sedang in, sampai-sampai saya lupa apakah pantas semua itu disatukan dengan kerudung saya. Bagi saya, saya hanya ingin terlihat cantik dengan fashion yang trendy didepan teman-teman saya, pacar saya atau siapapun yang melihat saya. Lebih parahnya lagi biar pacar saya tidak berpaling ke perempuan lagi (hahaha, ternyata sama aja!!!). Benar-benar malu jika saya mengingatnya (mungkin karena masa-masa SMA kali ya..hehe🙂 ).

Tapi setelah lulus SMA, dan setelah semuanya berakhir (Pacaran), saya menjadi sadar atas sikap dan tingkah laku yang saya lakukan saat itu. Lebih lagi ketika pacar saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini, walaupun sangat sakit bagi saya, tapi semuanya jadi menyadarkan saya akan sikap saya selama ini yang saya lakukan. Mungkin ini juga sebuah teguran dari ALLAH, karena telah jauh dengan-Nya. Saya benar-benar menyesali perbuatan-perbuatan saya yang sangat tidak baik itu, tetapi saya juga tidak mau terus menyalahi diri saya dan orang lain, karena saya juga tahu menyalahkan diri sendiri juga tidak disukai oleh agama. Saya yakin ALLAH SWT mau mengampuni kesalahan dan dosa-dosa hamba-Nya. Amiin… Saya juga selalu mengambil hal positif dari setiap kejadian yang saya alami.  Justru, sekarang saya merasa bersyukur, dengan adanya peringatan dari Allah, dengan memutuskan hubungan saya dengan dy(mantan pacar), saya bisa belajar menjadi seseorang yang lebih baik.

Saya baru merasa benar-benar memakai kerudung itu setelah semua ini. Saya berjanji pada diri saya, bahwa akan memperbaiki cara berkerudung dan berpakaian saya sedikit demi sedikit, tanpa harus mementingkan fashion yang sedang in. Kalo sekedar saja sih gapapa kan ya??hehe😀. Berusaha menjadi diri sendiri tanpa harus meniru cara berpakaian orang lain. Disamping itu, saya juga akan memperbaiki sikap dan tingkah laku saya (harus dan pastinya), dibalik semua kejadian (yang menyakitkan sekalipun) pasti ada hikmah didalamnya. Dan saya sangat, sangat, sangat bersyukur akan hal itu. Terimakasih YA ALLAH sudah menyadarkan saya, terimakasih sudah mengingatkan dan menegur saya. Sekarang saya tidak ragu lagi dengan kerudung yang saya pakai, saya akan menjaganya sebisa mungkin, bukankah tidak ada kata terlambat untuk perubahan yang lebih baik (slogan diblog sahabat saya😀 ).

Mungkin baru ini yang disebut dengan hidayah untuk saya. Niat tulus dan ikhlas yang saya rasakan untuk memakai kerudung ini. Dan ini menjadi sangat-sangat berkesan untuk saya. Terimakasih YA ALLAH,, engkau masih memberikan hidayahMu kepada ku…

Just share ya kawan, hanya berbagi pengalaman, semoga masih ada manfaat dibalik cerita saya. Dan pendapat saya bagi yang ingin memutuskan untuk berkerudung, mantapkanlah didalam hati kalian terlebih dahulu, minta kepada ALLAH agar diberikan kemantapkan hati dan jangan memutuskan berkerudung karena orang lain.
Terimakasih..🙂
Posted By Yulita.

3 Tanggapan

  1. wahai hidayah.. datanglah padaku…
    =)

  2. […] This post was mentioned on Twitter by Diaz Putri Anggita and Yulita Nurmalasari, Komunitas UpdateBlog. Komunitas UpdateBlog said: #UpdateBlog @LithaDePooh: Di Balik Kerudungku https://yulitanurmalasari.wordpress.com/2010/12/29/di-balik-kerudungku/ […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: