Obat Marah

Setiap manusia pasti pernah marah, begitupun juga dengan saya. Tetapi marah juga bisa kita kendalikan, jika kita benar-benar tidak mau menjadi seorang yang pemarah. Mau tau obat marah itu seperti apa?? Yuk sama-sama baca tulisan ini, insya Allah bisa membantu.🙂

Para pakar ilmu jiwa menyatakan bahwa memutus jalan ditengah-tengah fikiran yang sedang marah adalah obat yang paling mujarab dalam mengobati perasaan yang sedang marah dan emosi. Daniel Goleman berkata, “Kita harus meletakan batas atas masalah yang menimbulkan kemarahan. Jika waktu yang menjadi sebab kemarahan itu semakin panjang, maka kita harus mencari alasan untuk menguraikan sebab-sebab yang menimbulkan kemarahan. Jika kita mau melihat kepada masalah yang berbeda, maka api kemarahan yang membara itu akan segera padam.”

Menilai sesuatu dengan sikap positif dan menghadapi dengan keberanian di depan aliran pemikiran yang bergejolak, adalah langkah pertama untuk meredam kemarahan.

Beberapa kiat yang dapat membantu menguasai kemarahan, diantaranya :
1. Berlindung kepada Allah SWT.
Nabi bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah kalimat, jika kamu mengucapkannya maka kemarahanmu akan sirna; (yaitu) a’udzubillahi minasy syaitanir rajim (aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).”
Berdzikir dan mengingat Allah akan menjadi penghalang ide negatif yang membawa kemarahan serta membebaskan hati dari tawanan pemikiran yang mencelik.

2. Mengubah Posisi.
Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dzar, menjelaskan bahwa Nabi SAW bersabda, “Jika di antara kalian marah dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk sehingga amarahnya akan padam, tetapi jika belum padam maka berbaringlah.”
Para pakar ilmu jiwa sekarang mengikuti tips yang diajarkan Nabi, agar orang yang marah segera mengubah posisinya dari keadaan semula, atau melakukan suatu pekerjaan, misalnya menarik nafas dalam-dalam, melemaskan urat syaraf, berjalan beberapa langkah atau melakukan olahraga ringan.

3. Tulislah Perasaan Kita.
Jika kita sedang marah, tulislah sebab-sebab yang membuat kita menjadi marah. Inilah salah satu nasehat para ahli psikologi. Jika saja kita mau melakukan ini, maka akan mengurangi amarah danemosi yang membara. Karena menulis perasaan yang sedang kita hadapi bisa membantu kita untuk memahami dan menimbulkan kesadaran terhadap diri kita untuk kemudian menguasai keadaan. Dengan hanya memegang dan menguasai pemikiran yang sedang bergejolak dengan cara ini, kita bisa mengembalikan kepada keadaan.

4. Mengendalikan Lisan.
Jangan biarkan lisan kita bebas tak terbatas. Kekang dan kendalikan agar kita bisa mengendalikan emosi dan kemarahan. Ini juga bukan pekerjaan yang mudah. Tetapi bukan juga sesuatu yang mustahil. Orang yang berpengalaman mengetahui apa yang terkandung dalam ucapan dan lisan seseorang yang sebenarnya membawa kebajikan dan keburukan. Mereka akan selalu hati-hati, selalu menimbang kata-kata yang akan diucapkan. Disinilah nampak ketenangan dan keluhuran budi seseorang.

5. Maafkanlah Orang yang Membuat Kita Kesal.
Suatu kali mungkin emosi kita terpancing, sehingga membuat kita kesal dan marah. Pada saat itulah kita harus membuktikan bahwa kita juga mempunyai sifat pemaaf dan santun. Jangan biarkan kemarahan dan emosi kita mengalahkan sifat pemaaf kita. Janganlah kita menjadi tawanan emosi dan terpenjara dalam kekesalan kita, akan tetapi maafkanlah mereka niscaya itu jauh lebih baik dan membuat kita tenang.

6. Menerima Kritik.
Kita harus sadar bahwa diri kita ini terbatas. Oleh karena itu justru kita harus menumbuhkan dan mengembangkan sifat sadar kritik dalam diri kita, mendorong orang lain untuk memberikan kritik dan saran agar kita mengetahui titik kelemahan untuk kita sempurnakan.
Kita juga harus meletakkan sebuah pemikiran dan ide yang memungkinkan untuk berubah, berkembang, mendapat tanggapan, kritikan dan penyempurnaan. Kita harus yakin bahwa di luar kita pasti ada pendapat dan wawasan lain yang berbeda dengan kita yang bisa saja tidak kita ketahui.

7. Tawadhu’
Orang yang tawadhu’ adalah yang merasa dirinya lebih rendah dari kenyataan yang ada, tidak sombong, dan selalu bersyukur atas segala yang diberikan Allah. Jika kita tawadhu’ dan rendah hati maka Allah SWT akan cinta dan akan menjadikan hamba-hamba-Nya yang lain ikut mencintainya. Karena Allah SWT sangat menyayangi orang-orang yang berjiwa tawadhu’.

Sekiaan😀. I’m Just Share. Jujur saya juga masih sulit untuk menguasai dan mengendalikan kemarahan saya. Tapi setidaknya setelah membaca tulisan ini, saya bisa sedikit mengontrol sikap saya. Dan mudah-mudahan berawal dari sedikit lama-lama menjadi bukit(bisa menguasai kemarahan). Amiin,😀

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.🙂

Posted By Yulita.

Referensi : “Inspiring WOMEN Rahasia di Balik Wanita Sukses-Karim Asy-Syadzili”

8 Tanggapan

  1. subhanallah litha… saya sangat terinspirasi dengang tulisan Anda…..
    hehehhe Lanjut pok..
    eh lanjut gan…..

  2. Hmmmmnn..

    kalo aku menerima kritikan lansung di masukin di hati..😦

    • hehe,,saya juga dulu kaya gitu..malah suka marah sama yang memberi kritik..
      tapi kalo kita benar2 mau menjadi orang yang lebih baik,,kita pasti bisa ko terima kritikan dari siapapun,,kuncinya harus sabar aja..
      mudah-mudahan dengan begitu kita jadi terbiasa menerima kritikan dari siapapun dan mudah-mudahan bisa menjadi pribadi yang lebih baik..Amiiin🙂

  3. Memang kelihatannya mudah tp sulit melaksanakannya.semakin kita sering melihat org yg kita benci semakin memuncak pula rasa benci n marah kita

  4. Thanxs guy’s..setelah membaca tulisannya aku mulai sedikit tenang,,ternyata obat kemarahan dan amarah itu adalah memaafkan, dan melupakan, terinspirasi juga dr tulisan temen2 yg lain…semoga aku bisa melawan amarah dan kebencian yg telah membangun istana di hatiku…Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: