Ketika Kehidupan Mengajarkanku

Ketika kehidupanku mengajarkan aku menjadi “Yulita Nurmalasari”. Wanita biasa yang tidak sempurna tetapi selalu berusaha menjadi lebih baik.

Menjadi anak dari ayah dan ibuku mengajarkan aku tentang kasih sayang, kerja keras dan kesabaran dalam mendidik dan membesarkan.
Menjadi anak putri satu-satunya mengajarkan aku menjadi orang yang “amanah”. (menjaga kepercayaan orang tuaku dan kakak-kakaku bahwa aku bisa menjaga diri dengan baik).
Menjadi anak putri yang sangat dekat dengan sosok ibu mengajarkan aku bahwa Do’a-do’a indah yang beliau lantunkan dapat membuat aku kuat dan mudah menjalani hari-hariku.
Menjadi anak bungsu mengajarkan aku bahwa tidak selamanya anak bungsu harus manja dan bergantung dengan keluarga. Bahwa anak bungsu pun bisa mandiri dan bisa lebih berprestasi. Baca lebih lanjut

Iklan