Ketika Kehidupan Mengajarkanku

Ketika kehidupanku mengajarkan aku menjadi “Yulita Nurmalasari”. Wanita biasa yang tidak sempurna tetapi selalu berusaha menjadi lebih baik.

Menjadi anak dari ayah dan ibuku mengajarkan aku tentang kasih sayang, kerja keras dan kesabaran dalam mendidik dan membesarkan.
Menjadi anak putri satu-satunya mengajarkan aku menjadi orang yang “amanah”. (menjaga kepercayaan orang tuaku dan kakak-kakaku bahwa aku bisa menjaga diri dengan baik).
Menjadi anak putri yang sangat dekat dengan sosok ibu mengajarkan aku bahwa Do’a-do’a indah yang beliau lantunkan dapat membuat aku kuat dan mudah menjalani hari-hariku.
Menjadi anak bungsu mengajarkan aku bahwa tidak selamanya anak bungsu harus manja dan bergantung dengan keluarga. Bahwa anak bungsu pun bisa mandiri dan bisa lebih berprestasi.
Menjadi tante mengajarkan aku menjadi orang yang humoris dan ceria.
Menjadi wanita yang mencintai mengajarkanku tentang kesetiaan, ketulusan, kejujuran, pengertian, dan saling menghargai.
Menjadi wanita yang pernah disakiti mengajarkan aku untuk tegar, kuat, dewasa dan lebih berhati-hati.
Menjadi sahabat mengajarkan aku akan indahnya saling berbagi dalam keadaan susah ataupun senang.
Menjadi teman berbeda agama mengajarkanku sebuah toleransi.
Menjadi murid Madrasah (Ibtidaiyah(MI), Tsanawiyah(MTs), dan Aliyah(MA)) mengajarkan aku akan indahnya lingkungan yang agamis dan mengajarkan aku bagaimana menghormati guru dan memuliakannya.
Menjadi anak OSIS, MPK, HMIK mengajarkanku tantang berorganisasi, berargumentasi dan semangat kebersamaan.
Menjadi anak PASKIBRA mengajarkanku tentang disiplin, tanggung jawab, solidaritas, kerja keras, ketegasan, dan memanajemen waktu.
Menjadi mahasiswi salah jurusan mengajarkan aku akan sebuah keikhlasan menerima bahwa semua telah menjadi suratan Allah SWT.
Menjadi mahasiswi yang tidak begitu pintar dibidangnya mengajarkanku bahwa ilmu itu tidak sebatas dibangku kuliah dan catatan nilai diatas kertas tapi masih bayak ilmu kehidupan yang telah menjadi prestasiku sehingga aku tidak merasa rendah dri.
Menjadi bawahan mengajarkanku untuk bisa memberikan yang terbaik dan patuh terhadap pemimpin.
Menjadi karyawan mengajarkan aku untuk bisa profesional.

Tidak ada manusia yang sempurna. Tetapi tidak salah untuk selalu berusaha menjadi lebih baik. Bagiku, aku hanya seorang Yulita, si wanita biasa. Tetapi aku berharap kelak aku bisa menjadi orang yang berguna untuk orang lain. Aamiiin🙂

2 Tanggapan

  1. hidup mengajarkan untuk menjadi lebih baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: